Tiap pagi menimbulkan gairah baru , bercampur semangat bila esok kelihatan mudah jalan yang harus dilalui.
Tak jarang diiring gemetar melihat momok menerkam di kejauhan.
Mata silau menatap cahaya di tirai jendela, suara cecit burung mengetuk membangunkan, riuh ceria, secerewet wanita bergossip di balik pintu.
Kadang juga merindu, dibangunkan saat gelap bertahta dan matahari masih jauh diperaduan.
Menikmati hening dan sepi, tenang menyelimut jiwa.
Fajar mengiringi langkah menuju rumahNya dan pulang dengan semangat baru bak prajurit mendapat bekal untuk berlaga.
Pagi memberi harapan baru, menghirup udara memeluk kesejukannya, menikmati klorofil dan kuncup bunga, menyapa satu satu tiap kelopaknya.
Pagi menandakan hari baru, tantangan baru, terang baru, mendekati gelap yang samar samar.
Ketika mata menutup menjelang terlena, pagi yang mengiming agar segera terlelap.
Segeralah tidur, karena sekejap menutup mata, esok terbuka dengan almanak yang telah bertambah angkanya.
Mengejar pagi yang memberi harapan.
Merajut benang benang yang terbentang, memberi semangat melalui pagi menjelang hari.
Begitu terus beredar, terasa begitu cepatnya. . . .
Sabtu, 24 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar