Hari ini, bertepatan dengan hari yang oleh sebagian orang disebut hari kasih sayang, pertemuan ke 3 kelas motivasi kupersiapkan dengan persiapan lebih. Sengaja ingin memanfaatkan momentum suasana hari ini, untuk menyentuh dan menggugah perasaan para siswa agar memunculkan niat untuk merubah diri dan menumbuhkan semangat mereka untuk mengejar apapun yang mereka impikan.
Persiapan terasa lebih ringan dibanding pertemuan sebelumnya walaupun kali ini membawa peralatan extra : notebook, speaker dan sekotak wafer coklat. Kelas kuawali dengan sapaan nyaring penuh semangat “Selamat pagi..” , dan untuk mencairkan suasana agar lebih dinamis kuminta mereka berdiri berbaris sesuai anggota kelompoknya, lalu diminta untuk menggambar sebuah bangunan bersama-sama secara bergiliran, tetapi tiap orang hanya boleh menggoreskan satu coretan saja, demikian berulang hingga waktu yang ditentukan berakhir. Permainan cukup membuat suasana menjadi cair, sambil mulai memberi materi tentang pengembangan karakter.
Suasana kelas berlangsung cukup baik, bisa dikendalikan dan berlangsung dinamis, hingga waktu terasa begitu cepat. Keakraban mulai tercipta diantara kami hingga mereka mulai focus pada penjelasanku dan tidak sibuk ngobrol sendiri dengan teman sebelahnya. Permainan berseling dengan materi tentang karakter dan motivasi dariku, serta harapan-harapanku pada mereka demi perkembangan semua siswa mengisi 2 jam pelajaran ini secara dinamis diiringi sambutan aktif dari mereka.
Tidak dipungkiri, masih ada beberapa anak yang pasif dan diam, tapi masing-masing kurasakan menunjukkan perkembangan kearah yang lebih baik, dimaklumi bahwa tingkat pencapaian mereka berbeda tergantung pribadi masing-masing. Hasil yang merupakan pencapaian terbaik mereka bagiku adalah pada mereka yang melaksanakan niatnya untuk tidak membolos lagi selama seminggu kemarin, juga niat-niat mereka secara pribadi untuk mengurangi hal-hal negative dalam dirinya.
Yang menarik, ketika memikirkan cara bagaimana merubah sikap mereka yang menyepelekan pelajaran dan karakter buruk lainnya tanpa nada menggurui, terlintas untuk mengemasnya dalam permainan dimana tiap kelompok membuat naskah yang temanya adalah karakter buruk mereka dan kemudian divisualisasikan dalam bentuk drama. Sangat menarik, karena selain mengetahui sikap-sikap badung dan kebiasaan yang sering mereka lakukan, ada saat mereka melihat suatu sikap yang biasanya mereka lakukan itu, dari sudut pandang yang lain. Mereka tertawa ketika kejadian itu mereka lihat kembali, sekaligus sejenak terpana ketika diberi kesadaran bahwa sikap tersebut tidak semestinya dilakukan.
Setengah jam sebelum kelas berakhir, dengan iringan suara lembut instrumental lagu From This Moment, mereka menuliskan apa yang mereka rasakan dan apa perubahan yang mereka alami setelah beberapa kali mengikuti kelas motivasi ini. Di akhir acara, masih dengan suasana yang sengaja dicipta menyentuh dengan kata-kata menggugah semangat dan harapan-harapanku pada mereka, tiap anak mengatakan niat mereka untuk melakukan perubahan dalam diri masing-masing sambil kujabat tangan mereka satu persatu.
Suasana cukup mencekam dan mengharukan, hampir aku tak tahan dan mengalihkan tatapanku dari pandangan mereka yang berkaca-kaca, karena tak terasa mataku juga telah terasa buram.. ( Hehe… nggak lucu kalau gurunya juga ikutan nangis kan…)
Mereka semua anak-anak yang mengesankan, …. dengan talenta masing-masing yang mengagumkan karena ternyata banyak yang memiliki bakat seni seperti menggambar, menyanyi dan memainkan beberapa alat musik. Mudah-mudahan apa yang mereka alami selama beberapa kali pertemuan di kelas ini membekas dan membawa perubahan yang membawa mreka pada hal-hal baik di masa depan. Sukses untuk kalian semua, siswa kelas XII SMAK St Louis Cepu,.. Kejarlah apa yang kalian cita-citakan! Tanpa menyerah.. Tanpa putus asa!
Persiapan terasa lebih ringan dibanding pertemuan sebelumnya walaupun kali ini membawa peralatan extra : notebook, speaker dan sekotak wafer coklat. Kelas kuawali dengan sapaan nyaring penuh semangat “Selamat pagi..” , dan untuk mencairkan suasana agar lebih dinamis kuminta mereka berdiri berbaris sesuai anggota kelompoknya, lalu diminta untuk menggambar sebuah bangunan bersama-sama secara bergiliran, tetapi tiap orang hanya boleh menggoreskan satu coretan saja, demikian berulang hingga waktu yang ditentukan berakhir. Permainan cukup membuat suasana menjadi cair, sambil mulai memberi materi tentang pengembangan karakter.
Suasana kelas berlangsung cukup baik, bisa dikendalikan dan berlangsung dinamis, hingga waktu terasa begitu cepat. Keakraban mulai tercipta diantara kami hingga mereka mulai focus pada penjelasanku dan tidak sibuk ngobrol sendiri dengan teman sebelahnya. Permainan berseling dengan materi tentang karakter dan motivasi dariku, serta harapan-harapanku pada mereka demi perkembangan semua siswa mengisi 2 jam pelajaran ini secara dinamis diiringi sambutan aktif dari mereka.
Tidak dipungkiri, masih ada beberapa anak yang pasif dan diam, tapi masing-masing kurasakan menunjukkan perkembangan kearah yang lebih baik, dimaklumi bahwa tingkat pencapaian mereka berbeda tergantung pribadi masing-masing. Hasil yang merupakan pencapaian terbaik mereka bagiku adalah pada mereka yang melaksanakan niatnya untuk tidak membolos lagi selama seminggu kemarin, juga niat-niat mereka secara pribadi untuk mengurangi hal-hal negative dalam dirinya.
Yang menarik, ketika memikirkan cara bagaimana merubah sikap mereka yang menyepelekan pelajaran dan karakter buruk lainnya tanpa nada menggurui, terlintas untuk mengemasnya dalam permainan dimana tiap kelompok membuat naskah yang temanya adalah karakter buruk mereka dan kemudian divisualisasikan dalam bentuk drama. Sangat menarik, karena selain mengetahui sikap-sikap badung dan kebiasaan yang sering mereka lakukan, ada saat mereka melihat suatu sikap yang biasanya mereka lakukan itu, dari sudut pandang yang lain. Mereka tertawa ketika kejadian itu mereka lihat kembali, sekaligus sejenak terpana ketika diberi kesadaran bahwa sikap tersebut tidak semestinya dilakukan.
Setengah jam sebelum kelas berakhir, dengan iringan suara lembut instrumental lagu From This Moment, mereka menuliskan apa yang mereka rasakan dan apa perubahan yang mereka alami setelah beberapa kali mengikuti kelas motivasi ini. Di akhir acara, masih dengan suasana yang sengaja dicipta menyentuh dengan kata-kata menggugah semangat dan harapan-harapanku pada mereka, tiap anak mengatakan niat mereka untuk melakukan perubahan dalam diri masing-masing sambil kujabat tangan mereka satu persatu.
Suasana cukup mencekam dan mengharukan, hampir aku tak tahan dan mengalihkan tatapanku dari pandangan mereka yang berkaca-kaca, karena tak terasa mataku juga telah terasa buram.. ( Hehe… nggak lucu kalau gurunya juga ikutan nangis kan…)
Mereka semua anak-anak yang mengesankan, …. dengan talenta masing-masing yang mengagumkan karena ternyata banyak yang memiliki bakat seni seperti menggambar, menyanyi dan memainkan beberapa alat musik. Mudah-mudahan apa yang mereka alami selama beberapa kali pertemuan di kelas ini membekas dan membawa perubahan yang membawa mreka pada hal-hal baik di masa depan. Sukses untuk kalian semua, siswa kelas XII SMAK St Louis Cepu,.. Kejarlah apa yang kalian cita-citakan! Tanpa menyerah.. Tanpa putus asa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar