Sabtu, 21 Februari 2009

Rayu mu

Terkadang rindu rayu mu
Yang mengayun dalam buaian sukma
Meredam gejolak resah
Bak candu meremas hati, menjalar ke ubun-ubun.

Terkadang canggung dengan rayu mu
Datangnya ketika dahaga telah terpuaskan
Seperti nyanyian berbeda nada
Realistis versus romantis!

Terkadang butuh dengan rayu mu
Merengek.. menunggu
Tak kunjung bertamu
Seharap Nietche melantunkan mawar biru?

Terkadang.. menunggu saat yang tepat
Tak bisa diduga
Saat rayu hinggap, telah ada yang berharap.

Tidak ada komentar: